Lia Istifhama: Sebut Gubernur Khofifah Motor Motivasi Bagi HKTI Jatim Untuk Ketahanan Pangan Nasional
Editor : AndiDara | 13.00 wib
SURABAYA, NEWSPANTAU.com - Banyak momen menarik selama Rakerda HKTI Jatim dan pelantikan 15 ketua DPC HKTI Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (22/3/2022) malam. Salah satunya adalah pidato Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, yang secara lantang mengajak hadirin untuk 'Jangan Lupa Bahagia'.
“Jangan lupa jaga kesehatan, jangan lupa bahagia,” ujar Khofifah, beberapa kali untuk memantik semangat di tengah pidatonya dalam acara HKTI tersebut, dan selalu disambut dengan tepuk tangan hadirin yang kesemuanya mengikuti aturan protokol kesehatan.
Sebagai Kepala Daerah, Khofifah juga memaparkan situasi Jawa Timur yang mengalami tren kemajuan dalam banyak aspek, diantaranya adalah prestasi Jatim sebagai produsen padi terbesar dalam skala nasional. menariknya, Khofifah menjelaskan kronologis Indonesia bebas dari impor beras saat 2021 lalu.
"Saat itu saya sampaikan pada pak Presiden (Jokowi) bahwa Jawa Timur memiliki surplus beras yang cukup tinggi di bulan Maret sehingga bisa menutupi defisit beras pada dua propinsi yang berdekatan dengan Jatim,” ujar Khofifah.
Perempuan nomor satu di Jatim ini juga menjelaskan gagasan skema untuk keseimbangan stok beras pada propinsi di luar Jawa, yaitu propinsi yang saling berdekatan dan antar keduanya memiliki situasi ketersediaan beras yang berbeda, yaitu yang satu defisit dan satunya lagi surplus. Pola keseimbangan ketersediaan beras tersebut dijelaskan oleh Khofifah sebagai salah satu skema yang kemudian menjadikan Indonesia tidak melakukan impor beras sepanjang 2021.
Capaian ketersediaan beras, diterangkan oleh Khofifah, tak lepas dari perjuangan petani. Bahkan, peran petani sangat besar sehingga menjadikan Jawa Timur sebagai propinsi dengan penurunan kemiskinan tertinggi pada tahun 2021.
Pidato Gubernur yang memiliki spirit Jatim optimis tersebut, memantik apresiasi banyak pihak. Bahkan, Ketua Perempuan Tani Ketua Perempuan Tani HKTI Jatim, Lia Istifhama, secara gamblang menyebut Gubernur Jatim Sebagai Motor Motivasi.
“Ibu Gubernur dengan semangat tinggi menjelaskan pentingnya stabilitas informasi, terutama yang diterima masyarakat. Hal ini merupakan gagasan bahwa informasi harus diterima secara utuh, holistik, dan komprehensif sehingga ditentukan skema yang tepat dalam mengatasi banyak persoalan. Beliau layak disebut sebagai motor motivasi karena menjaga harmonitas pemerintah dengan masyarakat, yaitu menunjukkan bahwa negara hadir di tengah masyarakat," ujarnya
Doktoral Ekonomi Syariah UIN Sunan Ampel tersebut, juga menjelaskan indikator lain sehingga Gubernur Khofifah layak disebut motor motivasi.
“Sumbangsih pemikiran untuk memenuhi ketersediaan pangan yang kemudian mampu mencegah impor beras sepanjang 2021, merupakan konsep perdagangan regional yang memang sangat penting untuk diaplikasikan. Hal ini merupakan indikator motivasi dalam hal keseimbangan sehingga tidak ada defisit pangan di sebuah wilayah," terangnya.
Ning Lia sapaan Lia Istifhama juga menjelaskan sikap rendah hati dan mengapresiasi jasa orang lain, adalah bentuk motivasi yang sangat penting diteladani.
“Sikap beliau yang memuji Ketum HKTI, Jenderal (Purn) Moeldoko, sebagai seorang guru yang telah melahirkan negarawan-negarawan di Indonesia, serta apreasiasi beliau pada perjuangan petani sebagai penopang pangan sekaligus solusi mengatasi kemiskinan, adalah sikap yang harus kita teladani. Karena ini merupakan sikap yang sangat bijak, yaitu karakter rendah hati dan menghargai kebaikan orang lain.”
“Terlebih, beliau berulang kali mengingatkan jangan lupa bahagia. Hal ini bentuk reminder diri agar kita selalu memiliki sikap qona’ah, yaitu bersyukur dan berdamai dengan keadaan. Kita harus keoptimisan diri dan melepaskan dari karakter kemiskinan kultural,” pungkas aktivis asal Surabaya tersebut.
@andi